Puasa
memiliki karakteristik istimewa dalam setiap peradaban manusia. Dalam
prakteknya ia memiliki tujuan-tujuan tertentu yang hendak di capai oleh
individu. Di dalam aliran Kejawen terdapat ajaran puasa mutih, tidak
makan kecuali nasi putih. Di zaman modern, ada diet OCD (Obsessive
Corbuzier’s Diet), salah satu program diet ala Dedy Corbuzier yang sudah
terkenal sejak 2013. Pada al-Qur’an juga disebutkan bahwa puasa adalah amalan
umat-umat terdahulu.
“Hai orang-orang
yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183)
Dalam ta’bir yang lebih mudah dipahami kira-kira begini;
“Berpuasalah kalian wahai umat Muhammad dan kerjakanlah perintah ini sebab umat
terdahulu juga diperintahkan untuk berpuasa”.
Bukti puasa sudah dijalani umat
terdahulu terdapat dalam al-Qur’an, tentang Nabi Adam ‘alaihissalam yang
telah diperintahkan untuk tidak memakan buah khuldi (pada QS. al-Baqarah: 35).
Nabi Musa ‘alaihissalam juga berpuasa tidak makan dan tidak minum selama
40 hari 40 malam pada saat menerima Sepuluh Firman (The Ten Commandments).
Konon setelah keluar dari kapal, Nabi Nuh ‘alaihissalam berpuasa hingga
seratus tahun lamanya. Nabi Daud ‘alaihissalam sehari berpuasa sehari tidak,
sampai-sampai disebutkan; “Lututku melentuk oleh sebab berpuasa dan badanku
menjadi kurus, habis lemaknya”. Demikian pula Nabi Isa ‘alaihissalam mewajibkan
kaumnya berpuasa selama 40 hari 40 malam. Maryam, ibunda Nabi Isa ‘alaihissalam
berpuasa hingga tidak berbicara dengan siapa pun (pada QS. Maryam: 26).
Maka tidak heran jika Nabi Muhammad Saw sebelum diangkat menjadi Rasul telah
mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa ‘asura
yang jatuh pada hari ke- sepuluh bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy
lainnya.
Tidak hanya manusia, makhluk hidup
lainnya pun mengamalkan puasa. Makhluk yang sering dijadikan perbandingannya
adalah kupu-kupu. Ulat menjijikan yang dianggap hama pada pohon, jika sudah
masuk ke dalam kepompong dan melakukan puasa sampai beberapa waktu, setelah itu
ia ‘terlahir’ sebagai kupu-kupu yang indah dan menyenangkan mata bagi yang
melihat. Tapi perbuatan manusia tidaklah sama dengan hewan. Apapun yang
dilakukannya hanya berdasar pada insting, adapun manusia bertindak karena
dorongan akalnya. Karenanya kita senantiasa membedakan kata ‘shaum’ dan
‘puasa’. Hewan pun berpuasa tapi hanya manusia, lebih spesifik lagi yaitu yang
beriman sajalah yang melaksanakan shaum.
Saat waktunya tiba, ulat akan berpuasa. Begitu pun beruang,
ia tidak makan dalam waktu berbulan-bulan jika sudah tiba waktunya. Karna itulah
cara bertahan hidup yang mereka ketahui. Manusia selalu selalu punya pilihan. Mereka
bisa makan dan minum bahkan secara
sembunyi tapi mereka sadar untuk tidak melakukannya. Sebab itu shaum
berbeda dengan ibadah lainnya, dengan shalat, sedekah, atau haji mungkin mereka
bisa ‘pamer’ tapi sulit kita temui ada orang yang menyombongkan diri dengan ibadah
shaum. karena semua orang pun tahu bahwa ia bisa saja makan dan minum ketika
tak ada orang lain yang melihat. Karena itu, shaum hanya dilakukan karena Allah
SWT. Manusia bisa kapan saja berbuat curang atau menolak untuk melaksanakan
shaum sama sekali, namun orang-orang yang beriman secara sadar memilih untuk
menunggu karena Allah SWT
Mereka tidak makan bukan karena di rumahnya tak ada
makanan, melainkan karena mereka telah membuat pilihan. Mereka bersedia
menunggu dari adzan Subuh hingga Maghrib untuk menyantap makanannya, meskipun
semuanya halal dan telah terhidang di rumahnya. Itulah sebabnya Allah SWT
memberi penghargaan yang sangat tinggi kepada hamba-hamba-Nya yang bersedia
‘menunggu’:
.
“Setiap
amalan manusia adalah untuknya kecuali shaum, sebab ia hanyalah untuk-Ku, dan
Aku-lah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”. (HR.
Bukhari)
Menunggu adalah sebuah keindahan
tersendiri. Buah yang masam jika ditunggu beberapa hari saja bisa berubah
menjadi manis. Seringkali luka dalam hati tak bisa diobati dengan kata-kata
atau hadiah, namun ia bisa sembuh oleh waktu.
Menunggu adalah sesuatu yang hanya
bisa dilakukan manusia. Jangan suruh hewan menunggu ketika sudah waktunya ia
makan. Singa yang lapar akan menerkam mangsanya, tak bisa barang setengah jam
pun ia menunda jika daging lezat sudah tersaji.
Jika manusia kehilangan kemampuannya untuk bersabar, maka
ia telah kehilangan sebagian kemanusiaannya. Shaum adalah ibadah yang
mengingatkan manusia akan jati dirinya sendiri. Bergembiralah orang yang dapat
bersabar menunggu waktu berbuka!
Alhamdulillah, sudah dekat bulan puasa.
BalasHapusSemakin paham bagaimana esensinya...